Halo, pendengar setia Radio Sisnet 90,5 FM. Dalam hidup ini, ada satu hal yang sering kita lupakan: bahwa segala sesuatu memiliki awal dan akhir. Titik awal kita adalah rahim, dan titik akhir kita adalah peti mati. Di antara keduanya, kita jalani sesuatu yang kita sebut kehidupan. Dan dalam kehidupan ini, uang sering kali menjadi alat untuk membuka pintu-pintu kesempatan.
Uang bisa melonggarkan aturan; kekuasaan bisa mengendalikan aturan. Tapi bila kita tidak punya keduanya—uang maupun kekuasaan—maka aturan justru dibuat untuk membatasi kita.
Banyak yang bilang, uang bisa membuat iblis bekerja. Tapi bila kita tidak punya uang, kita malah menjadi iblis yang harus bekerja tanpa henti. Ketika uang berbicara, kebenaran diam. Dan saat kekuasaan bersuara, uang bisa menjadi tidak berarti.
Lihatlah sekeliling Anda. Kita semua tampak sibuk. Bekerja keras. Mengejar mimpi. Tapi sadarkah kita bahwa di ujung semuanya, tidak ada yang benar-benar kita bawa pulang? Tak ada rumah, tak ada mobil, tak ada tabungan yang bisa masuk ke liang kubur. Pada akhirnya, semuanya akan kembali menjadi debu.
Dan ironisnya, kita baru sadar bahwa kebahagiaan sejati bukanlah soal memiliki kekayaan atau jabatan. Melainkan memiliki tubuh yang sehat dan pikiran yang damai.
Mulailah bersyukur atas hal-hal yang tidak Anda miliki:
-
Tidak insomnia,
-
Tidak cemas,
-
Tidak sakit,
-
Tidak keras kepala,
-
Tidak mengeluh.
Inilah kekayaan sejati.
Untuk hal-hal di luar tubuh Anda, cukup memiliki uang yang cukup untuk hidup layak dan bermakna. Jangan terlalu terjerat dengan ambisi dunia saat Anda masih hidup. Karena orang lain hanya melihat hasil Anda—mobil Anda, rumah Anda, jabatan Anda—tetapi Anda sendirilah yang menanggung prosesnya.
Ingat, tidak ada penopang tetap dalam hidup ini. Kita harus belajar berdiri di atas kaki sendiri. Karena saat tidak ada cahaya, bahkan bayangan pun meninggalkan kita.
Orang terkuat bukanlah yang punya banyak harta, tetapi yang berani berdiri sendiri dan tetap berjalan.
Maka, percayalah pada dirimu sendiri, kenali dirimu sendiri, dan hadapilah hari esok dengan keyakinan.
Karena seperti kata Wang Shuo:
“Kebahagiaan bukanlah tentang apa yang Anda miliki, tapi tentang seberapa damai hati Anda dalam menjalani hidup ini.” (S)



