Informasi hilangnya mesin air tersebut diterima Sisnet Radio pada Jumat (30 Januari 2026). Menindaklanjuti laporan itu, Sisnet Radio melakukan konfirmasi langsung kepada salah satu pengelola lapangan, Eman.
“Mesin air WC Kulong Minyak memang sudah hilang. Setelah kami menerima informasi dan mengecek langsung ke lokasi, mesinnya sudah tidak ada,” ujar Eman kepada Sisnet Radio.
Ia menjelaskan, informasi awal diterima dari Tono, staf Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang merupakan bawahan dari Idwan Fikri. Berdasarkan keterangan di lapangan, mesin tersebut diperkirakan telah hilang sejak dua hari sebelum kejadian diketahui secara pasti. Dugaan sementara, pencurian terjadi pada malam hari karena lokasi relatif sepi dan jauh dari pemukiman.
Akibat hilangnya mesin tersebut, suplai air ke WC tidak dapat berfungsi. Selama ini, aliran air bersumber dari boks penampungan yang dioperasikan menggunakan mesin pompa tersebut.
“Lokasi mesin berada di bawah boks penampungan air. Tempatnya cukup terpencil, sehingga diduga mudah diakses oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPRP2RKP Kabupaten Belitung Timur, Idwan Fikri, mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum tersebut.
“Mohon kita sama-sama menjaga fasilitas ini. Kota Manggar adalah wajah Kabupaten Belitung Timur. Fasilitas publik seperti ini sangat penting untuk masyarakat dan wisatawan,” ujar Idwan Fikri.
Ia juga berharap warga yang tinggal di sekitar kawasan Kulong Minyak dapat ikut berperan aktif dalam pengawasan lingkungan.
“Kami berharap masyarakat sekitar juga ikut menjaga. Jika melihat orang yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak terkait agar bisa segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
Pihak pengelola berencana segera mengganti mesin air yang hilang agar fasilitas WC dapat kembali berfungsi. Selain itu, langkah pengamanan tambahan juga akan dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang.
Diketahui, fasilitas WC Kulong Minyak merupakan bagian dari sarana pelayanan publik yang disediakan untuk mendukung kenyamanan masyarakat sekaligus menunjang sektor pariwisata daerah. Keberadaan fasilitas tersebut memiliki peran penting dalam menjaga citra Kota Manggar sebagai kawasan yang ramah dan layak dikunjungi.
Melalui kejadian ini, Sisnet Radio mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum, karena fasilitas publik bukan hanya milik pemerintah, melainkan aset bersama demi kepentingan masyarakat luas.
Menjaga fasilitas publik berarti menjaga wajah daerah sendiri. Jika bukan kita yang peduli, maka tidak ada pihak lain yang akan menjaganya. (S)




