Belitung timur,Sisnetradio.com – Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus memperluas literasi sistem pembayaran nontunai hingga ke tingkat desa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Sistem Pembayaran Nontunai serta Pelindungan Konsumen yang berlangsung di Balai Desa Kelubi, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan ini sejalan dengan tugas Bank Indonesia sebagai bank sentral dalam menjaga kelancaran sistem pembayaran nasional, sekaligus mendorong transaksi nontunai yang Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal (CEMUMUAH) di tengah masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari kelompok pemuda KEPPAK, kelompok tani, kelompok pencinta alam Desa Kelubi, aparatur pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta unsur keamanan. Hadir pula Bhabinkamtibmas Desa Kelubi Brigpol K. Juni Putra, SH, yang turut mendukung jalannya kegiatan edukasi.
Kepala Desa Kelubi, Zamroni, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia menilai edukasi sistem pembayaran nontunai menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat desa agar tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi keuangan.
“Kami berharap edukasi dari Bank Indonesia ini benar-benar bermanfaat dan dapat diterapkan oleh masyarakat Desa Kelubi, sehingga transaksi ekonomi masyarakat menjadi lebih mudah dan aman,” ujar Zamroni.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Farid Tamsil, menjelaskan bahwa penggunaan pembayaran digital, khususnya QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), terus menunjukkan pertumbuhan signifikan di Bangka Belitung.
Menurutnya, saat ini jumlah pengguna QRIS di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah mencapai sekitar 180 ribu pengguna, termasuk di Kabupaten Belitung Timur.
“Pembayaran nontunai melalui QRIS memberikan kemudahan, kecepatan, dan keamanan. Melalui edukasi ini, kami berharap masyarakat Desa Kelubi semakin percaya dan mampu memanfaatkan sistem pembayaran digital untuk mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari,” jelas Farid Tamsil.
Materi yang disampaikan mencakup pengenalan layanan sistem pembayaran nontunai, penggunaan dompet digital dan mobile banking, serta pemahaman mengenai pelindungan konsumen. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab, sebelum ditutup dengan foto bersama.
Sebagai media lokal berbasis radio dan online, Sisnet Radio 90,5 FM terus berkomitmen mengawal setiap program edukasi dan pembangunan di Belitung Timur, agar informasi penting dapat tersampaikan secara luas dan mudah dipahami oleh masyarakat.(AL)



.jpeg)
