Notification

×

Iklan

Iklan

“Ngomonglah Sesuka Hati Kita, Karena Siapa Kita, Allah Sudah Tahu”

Kamis, 08 Januari 2026 | Januari 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-08T00:15:32Z

 


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pendengar setia Radio Sisnet Belitung Timur, di mana pun Anda berada, kembali bersama Kami dalam program “Sebaiknya Anda Tahu”, sebuah ruang renungan, ruang kejujuran, dan ruang untuk bercermin…
bukan untuk menghakimi orang lain, tapi untuk menyadarkan diri kita sendiri.

Pendengar yang dirahmati Allah,
sering kali kita merasa bebas berbicara.
Ngomong sesuka hati.
Mengomentari hidup orang lain.
Merendahkan usaha orang.
Membandingkan diri seolah kita paling berhasil.

Padahal…
siapa kita, Allah sudah tahu.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya.”
(QS. Qaf: 16)

Artinya, bahkan sebelum mulut kita berbicara, Allah sudah tahu isi hati kita.


Pendengar Radio Sisnet,
ada di antara kita yang hidup dari gaji negara.
Ada pula yang hidup dari usaha harian,
hari ini kerja, hari ini makan.

Semua itu bukan untuk dibandingkan,
bukan untuk disombongkan,
dan bukan untuk direndahkan.

Karena rezeki bukan soal besar kecil,
tapi soal berkah dan tanggung jawab.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian,
tetapi Dia melihat hati dan amal perbuatan kalian.”

(HR. Muslim)


🎙️ Realita Kehidupan

Mari kita jujur pada diri sendiri.
Bayangkan…
suatu hari kita pensiun.
Sudah tidak digaji lagi.
Tidak punya jabatan.
Tidak punya wewenang.

Banyak yang dulu disegani,
akhirnya sendiri.
Sahabat menjauh.
Kerabat jarang menyapa.
Bahkan yang dulu bawahan, kini jadi atasan… dan melupakan.

Itulah realita kehidupan.
Jabatan hanyalah titipan,
bukan jaminan kemuliaan.

Allah SWT mengingatkan:

“Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang menipu.”
(QS. Al-Hadid: 20)


🎙️ Pekerja vs Pengusaha

Pendengar yang berbahagia,
seorang pekerja, penghasilannya terbatas.
Sekian jam, sekian rupiah.

Namun pengusaha,
semakin banyak memberi pekerjaan,
semakin besar peluang rezekinya.

Tapi ingat…
pengusaha yang sombong akan hancur,
pekerja yang ikhlas bisa dimuliakan.

Nabi Muhammad SAW sendiri adalah pedagang.
Beliau jujur, amanah, tidak merendahkan siapa pun.
Justru dari kejujuran itulah Allah mengangkat derajat beliau.

Sahabat Nabi, Abdurrahman bin Auf,
adalah pengusaha besar.
Hartanya melimpah,
tapi hidupnya sederhana,
dan tangannya selalu ringan membantu orang lain.

Inilah yang Allah abadikan, bukan hartanya…
tapi akhlaknya.


🎙️ Pesan Inti – Menyadarkan Diri

Pendengar Radio Sisnet Belitung Timur,
inti dari semua ini sederhana:

👉 Jaga sikap.
👉 Jaga lisan.
👉 Jangan sombong.

Apalagi kalau kita hanya seorang pekerja.
Apalagi kalau jabatan kita sementara.
Apalagi kalau hidup kita masih ditopang orang lain.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong.”
(QS. Luqman: 18)

Karena kemuliaan sejati
bukan pada jabatan,
bukan pada gaji,
tapi pada akhlak dan ketakwaan.


🎙️ Penutup

Pendengar setia,
berbicaralah sesuka hati jika itu membawa kebaikan.
Namun ingat…
Allah sudah tahu siapa kita sebenarnya.

Mari saling menghargai.
Mari saling menguatkan.
Mari hidup dengan rendah hati.

Saya pamit dari program “Sebaiknya Anda Tahu”,
bersama Radio Sisnet Belitung Timur.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.(SS)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update