Belitung Timur, SisnetRadio.com
Kelangkaan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram kembali dikeluhkan warga di Kabupaten Belitung Timur. Kondisi tersebut terlihat pada Rabu pagi, 7 Januari 2026, ketika puluhan warga harus mengantre demi mendapatkan gas elpiji yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga.
Di Desa Harapan, sejak pagi hari warga tampak mengantre dengan tertib. Tabung-tabung gas disusun rapi dalam barisan sebagai penanda antrean, demi memperoleh gas elpiji 3 kilogram. Meski harus menunggu cukup lama, warga tetap menjaga ketertiban dan suasana tetap kondusif.
Salah satu warga, Ibu Ne, menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi yang mereka alami.
“Kami berharap ada bantuan dan solusi dari pemerintah, karena gas 3 kilogram saat ini cukup sulit didapatkan,” ujarnya.
Keluhan tersebut juga disampaikan melalui sebuah video yang diunggah di akun Facebook Ne Febriana, yang memperlihatkan ramainya antrean warga saat menunggu distribusi gas elpiji bersubsidi.
Situasi serupa turut dikeluhkan warga Desa Burung Mandi. Seorang warga, Nek Diki, menyebutkan bahwa dalam kurun waktu hampir satu minggu terakhir, masyarakat di wilayah tersebut mengalami kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram.
Aduan masyarakat juga masuk ke nomor interaktif Radio Sisnet melalui program “Musik dan Informasi”. Salah satu pendengar menyampaikan bahwa selama tiga hari terakhir, warga Desa Burung Mandi masih menghadapi kendala yang sama terkait ketersediaan gas elpiji bersubsidi.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat melakukan evaluasi dan pengawasan distribusi elpiji bersubsidi di lapangan, sehingga pasokan tetap terjaga, tepat sasaran, dan dapat dinikmati secara merata oleh warga yang berhak.(S)




